Marissa Haque di tengah kesibukannya sebagai aktris, politisi dan dosen disibukkan dengan kegiatan berkeliling ke beberapa negara di Asia. Dia melakukan berbagai riset kebutuhan penelitian dan buku soal kehidupan halal di sejumlah negara.

Dari riset tersebut, Marissa Haque telah membuat buku mengenai makanan halal di luar negeri. Untuk seri kedua, ibu dua anak tersebut meluncurkan “Muslimin Vietnam dan Industri Halalnya”.

“Ini serial halal di seluruh dunia yang kedua. Seri pertamanya Thailand, tahun lalu. Dan aku bernazar di sisa usiaku yang tak muda lagi, 56 tahun, berlari dengan usia. Penginnya setiap enam bulan ada satu buku yang lahir, luar negeri,” ungkap Marissa Haque.

Tekini, Marissa Haque memilih berkunjung ke Vietnam. Datang ke berbagai lokasi untuk mendapatkan data dan riset halal living, Marissa Haque tak menampik agak kesulitan mencari makanan halal.

Apalagi di Vietnam, istri Ikang Fawzi itu merasa paling kesulitan mendapatkan kuliner halal. Pasalnya, informasi di negara komunis itu kurang terbuka, terutama untuk wisatawan asing.

“Berbeda waktu di Thailand. Selain itu, muslimnya minoritas. Dan tidak ada tokoh dan majelis ulamanya,” kata Marissa Haque saat peluncuran buku miliknya di Indonesia Banking School, belum lama ini.

Merilis buku hasil risetnya di negeri orang, Marissa Haque pun memiliki alasan melakukannya. Yuk, simak pemaparan lebih lanjutnya di sini:

Memilih luar negeri, salah satunya Vietnam

Marissa Haque rilis buku halal living di Vietnam

“Kenapa di luar negeri? Karena Indonesia musti banyak belajar dengan negeri-negeri lain yang mayoritas dan minoritas itu gila lho, sudah terdepan banget. Sementara kita? Masyarakat muslimnya masih jadi penonton,” kata ibu dua anak itu.

“Bagusnya, harmoni deh baik minoritas dan mayoritas. Kita duplikasi kebaikan itu kan enggak apa-apa,” sambung ibunda Chikita Fawzi tersebut.

Marissa juga memiliki alasan mengapa melakukan riset untuk bukunya di negara komunis Vietnam.  

“Kenapa di Vietnam? Karena buku pertama saya diundang oleh dewan masjid Indonesia yang sekarang jadi Menteri Aparatur Negara Syafruddin. Dan kemudian karena buku itulah kita ke lima negara yang lain, diminta oleh beliau jadi buku lagi,” ungkapnya.

Sempat mencicipi masakan tak halal

Marissa Haque Marissa Haque sempat mencicipi masakan tak halal saat riset halal living di Vietnam (Instagram/@marissahaque)

Bertemu banyak orang di Vietnam membuat Marissa merasa terbantu. Dia mengaku banyak menerima masukan soal kehidupan halal di Vietnam.

“Fokus saya untuk soal kehidupan halal saja. Tidak masuk ke masalah politiknya,” paparnya.

Selain itu, Marissa yang pulang pergi ke Vietnam selama enam bulan demi buku tersebut mengaku merasakan keseruan hunting di sana.

“Pertama, aku enggak bisa bahasanya. Mereka masyarakatnya enggak seramah Thailand. Baik, cuma gimana ya, enggak senyaman waktu di Thailand,” akunya.

“Vietnam baru membuka diri waktu boeing revelation mereka jadi kapitalis liberal, sebelumnya komunis. Tapi tidak membuat serta merta informasi di sana terbuka. Namanya riset jadi susah,” sambungnya.

Wanita yang pernah menjadi bintang film di era 1980-an ini mengaku tak selalu menemukan makanan halal saat berada di Vietnam. Dia juga sempat menyantap makanan tak halal.

“Sempat lah, sudah masuk. Ya istighfar aja. Kan bukan sekadar kita enggak makan babi saja, tapi kan hal-hal lainnya kayak bangkainya, atau ayam dipotongnya enggak betul. Ya sudah jalani saja,” ungkapnya.

Panduan untuk wisatawan, termasuk Indonesia  

Marissa Haque merilis buku halal living di Vietnam untuk panduan wisatawan di sana

Pemilik nama asli Marissa Grace Haque-Fawzi ini merilis buku panduan halal living di Vietnam tentu bukan tanpa alasan.

Terpenting ialah, dia ingin memberikan panduan untuk wisatawan mencari produk halal selama berada di negara yang banyak melakukan ekspor ke beberapa negara di dunia.

“Ini bukan hanya saja untuk wisatawan asing, para pelaku industri travel jadi bisa (untuk acuan mencari halal living di sana),” imbuhnya.

Sebelum ke Vietnam, Marissa juga telah berkunjung ke Jepang bersama suaminya, Ikang Fawzi. Demi bukunya tersebut, dia rela terbang langsung ke Negeri Sakura itu.

Sebelumnya, Marissa Haque bersama tiga penulis lainnya, Jaorana Amiruddin, Maya Dania, dan Reni Juwitasari telah meluncurkan buku berjudul “Jawa dan Halal di Thailand”.

Menurutnya, buku ini dibuat dengan misi membawa manfaat bagi orang banyak. Salah satunya supaya menjadi rujukan soal halal living di berbagai negara, khususnya di negara Asia.

Sumber artikel: https://www.moneysmart.id/susah-cari-produk-halal-di-vietnam-marissa-haque-bantu-kamu-lewat-buku-ini/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *